Category: Berita

  • MOU antara APP-DA dengan Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI)

    MOU antara APP-DA dengan Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI)

    Tujuan MOU ini sebenarnya untuk menciptakan tenaga-tenaga SDM dibidang Kepemanduan bagi mahasiswa yang berminat untuk menggeluti profesi ini dikemudian hari, disamping sebagai tuntutan mata kuliah yang mereka ikuti di kampus APP Darma Agung ini.

    Semoga dengan ditandatanganinya MOU antara DPD HPI SUMUT dengan APP DARMA AGUNG pada hari ini menjadi sebuah motivasi bagi mahasiswa umumnya dan Kampus-kampus khususnya.

    Setelah acara tersebut diadakan foto bersama didepan kampus APP Darma Agung dengan Pejabat penting Kampus beserta mahasiswa.

    DPD HPI SUMUT berkomitmen memajukan Pariwisata didaerah ini dengan strategi “goes to campus”

    Salam Pariwisata….

     

    [av_gallery ids=’277,276,275,274,273,272′ style=’thumbnails’ preview_size=’portfolio’ crop_big_preview_thumbnail=’avia-gallery-big-crop-thumb’ thumb_size=’portfolio’ columns=’3′ imagelink=’lightbox’ lazyload=’avia_lazyload’]

  • Revitalisasi Kearifan Lokal untuk Pariwisata Danau Toba

    Revitalisasi Kearifan Lokal untuk Pariwisata Danau Toba

    Oleh : Dra Binur Pretty Napitupulu MM dan Bantors Sihombing S.Sos MSi

    Kisah seorang penjual mangga yang namanya tak diketahui di Parapat, Danau Toba, Kabupaten Simalungun, sering diceritakan banyak pihak dalam berbagai kesempatan. Mangga setelah pindah tangan dari penjual ke pembeli, membuat kecewa.

    Satu versi menyebutkan s­e­bagian besar mangganya bu­suk, versi lain mengatakan tim­bangannya menipu.

    Entah siapa yang me­nam­bahnya, ada juga versi yang menyebutkan pembeli protes karena mangganya busuk atau beratnya tak sesuai. Penjual bukan minta maaf, malah marah-marah. Pengunjung yang tujuannya ingin menikmati Danau Toba, hanya bisa pasrah dan bersungut-sungut sendiri.

    Kekecewaan lainnya yang sering terdengar adalah tentang tarif parkir yang ditetapkan se­maunya. Wistawan disebutkan terkejut dan terpaksa harus membayar. Sebab protes dan keberatan tak membuat masalah selesai. Mungkin hanya satu atau dua orang saja yang me­ngalaminya.

    Bisa jadi kisah ini adalah benar adanya pada suatu waktu. Tidak semua penjual mangga dan petugas parkir seperti itu. Tetapi karena terus diulang dari mulut ke mulut, bahkan dalam pertemuan resmi, maka stigma negatif terus melekat. Orang menjadi takut-takut jika membeli mangga, bukan hanya di Parapat saja, tetapi di seluruh kawasan Danau Toba.

    Keindahan Danau Toba tidak perlu diperdebatkan lagi. Para ahli memperkirakan Kaldera To­ba merupakan produk letusan gunung api besar yang terjadi sekitar 74.000 tahun lalu, letusan yang paling dasyat dalam kurang lebih 2 juta tahun terakhir.

    Volume materi vulkanik sekitar 2.800 kilometer kubik yang tersebar di berbagai belahan bumi dan yang merubah drastis di tengah-tengah kehidupan manusia di bumi.

    Akibat letusan Gunung Api Toba, terbentuk pulau Samo­sir yang terangkat dari perut bumi dan kal­dera yang terisi air hujan yang kemudian dikenal sebagai Danau Toba.

    Danau yang amat indah tersebut ternyata merupakan sebuah mahakarya kedahsyatan fenomena alam. Banyak hal yang bisa dipelajari dari kawasan Danau Toba, dan tidak terbatas hanya mengagumi keelokannya.

    John Naisbitt dalam buku “the world’s largest industry” menyatakan industri paling besar di dunia adalah pariwisata. Sejalan dengan apa yang di tulisnya, WTO (World Tourism Sector) juga mulai memasukkan berwisata sebagai hak fundamental. Sek­tor pariwisata dalam negeri menggeliat dan diproyeksikan akan menjadi sumber pemasukan utama di masa depan.
    Sayangnya, pariwisata Danau Toba sedang terpuruk. Tidak terlihat kerumunan wisatawan asing seperti di Bali. Hotel, restoran dan biro perjalanan banyak yang hidup segan, mati tak mau. Pariwisata tak lagi dilihat sebagai sumber mata pencaharian utama. Sebagian besar bergeser untuk memelihara ikan di keramba yang dinilai lebih menjanjikan. Malah menjadi kontraproduktif terhadap pariwisata, karena menganggu estetika dan ke­lestarian lingkungan.
    Keterpurukan itu diawali kri­sis moneter tahun 1998, yang menghantam semua sektor. Lalu peristiwa Bom Bali I tahun 2002 dan Bom Bali II pada 2005. Dengan alasan keamanan, turis asing tak berani lagi datang. Setelah badai itu semua berlalu, pemerintah memang berusaha membangkitkan kembali pari­wisata nasional. Memang prioritas masih di Bali, dengan memusatkan banyak kegiatan di sana.
    Pariwisata Danau Toba yang sempat terpuruk masih ter­ta­tih-tatih. Saat Presiden Jo­kowi berkuasa, pemerintah me­nun­jukkan perhatian besar untuk pemulihannya. Setelah mende­ngar masukan dari berbagai pihak, diputuskan untuk membentuk badan otorita, sama seperti yang diterapkan di Bali.
    Saat ini pemerintah sedang serius melakukan segenap upaya untuk kebangkitan pariwisata Danau Toba. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 49 Tahun 2016 tentang Badan Otorita Pengelola Kawasan Pariwisata Danau Toba (BOPKPDT) telah terbit dan personelnya telah dilantik. Mereka memiliki tugas besar untuk mengembalikan kejayaan pariwisata Danau Toba.
    Di sisi lain, dilakukan pem­bangunan infrastruktur untuk mendukung pengembangan ka­wasan Danau Toba yang akan menjadi basis pariwisata pada Wilayah Pengembangan Strate­gis (WPS) Metro Medan-Tebing Tinggi-Dumai-Pekanbaru. Bebera­pa jalan di sekitar kawasan Danau Toba statusnya akan ditingkatkan menjadi jalan nasional. Salah satunya adalah jalan lingkar luar di sekitar Danau Toba sepanjang 360 kilometer.
    Jembatan Tano Ponggol yang menghubungkan Pulau Samosir dan Pulau Sumatera juga akan dibangun. Konsep jembatan ini dengan tiga pilar yang sesuai dengan estetika adat dan budaya Batak, Dalihan na Tolu. Beberapa program pendukung Kementerian PUPR saat ini juga memiliki seperti normalisasi saluran Tano Ponggol, dan pembersihan eceng gondok di Danau Toba. Nantinya akan ada ‘cruise’ atau pelayaran yang dapat membawa wisatawan mengelilingi Pulau Samosir. Ada juga rencana pembangunan ‘livable city’ atau kota layak huni di sekitar kawasan Danau Toba.
    Hospitality
    Namun perlu dicatat, me­ngembalikan kejayaan pari­wisata Danau Toba takkan berhasil jika hanya membangun fisik saja. Pembangunan mental tak kalah penting, terutama hospitality (keramahtamahan), yang dinilai sudah mulai tergerus di kawasan Danau Toba, sebagaimana di­gambarkan dalam awal tulisan ini.
    Dalam industri pariwisata, hospitality merupakan roh, jiwa, semangat dari pariwisata. Tan­pa adanya hospitality dalam pariwisata, maka seluruh produk yang ditawarkan dalam pariwisata itu sendiri seperti benda mati yang tidak memiliki nilai untuk dijual. Hospitality memiliki arti keramah tamahan, kesopanan, keakra­ban, rasa saling menghormati. (S.Pendit, 2007 : 152).
    Katan (2009:45-60) me­nya­takan bahwa keramahan yang dimiliki orang Indonesia me­rupakan salah satu alasan kuat wisatawan mancanegara berkunjung ke negeri ini. Hal ini merupakan amunisi untuk membangkitkan sektor pariwisata Indonesia. Danau Toba sebagai bagian tak terpisahkan dari pa­riwisata Indonesia, tentu di­kunjungi dengan alasan yang sama, selain keindahan alam dan keunikan budayanya.
    Secara lugas bisa dipahami, keindahan Danau Toba, keunikan budayanya, dan pembangunan infrastruktur yang gencar di­lakukan, akan sia-sia, jika hos­pitality diabaikan. Mungkin tu­ris akan datang sekali, dan akan kapok pada kunjungan beri­kutnya. Bahkan mereka akan menceritakan pengalaman bu­ruknya kepada orang lain, yang pada gilirannya akan merusak citra wisata Danau Toba.
    Kearifan Lokal
    Orang Batak
    Harus diakui memang suara orang Batak, yang mendominasi kawasan Danau Toba, terdengar keras. Orang yang yang baru pertama kali dengar atau tak akrab, mungkin merasa itu kasar dan tak ramah. Benarkah tidak ada keramahtamahan dalam diri orang Batak? Ini perlu dibuktikan, dan jangan percaya dengan kata orang saja atau karena stereotip (konsepsi mengenai sifat suatu golongan berdasarkan prasangka yang subjektif dan tidak tepat, KBBI).
    Hospitality berasal dari kata host yang berarti tuan rumah. Di jaman Yunani Kuno, tuan rumah senantiasa menyambut tamu dengan ramah. Mereka mempersilakan makan dan men­jamu tamu setara dengan Zeus (pimpinan para dewa dalam legenda Yunani).
    Keramahtamahan sebagai tuan rumah yang baik yang selalu dapat menciptakan suasana yang menjadikan tamu mendapat ke­san yang sangat baik. Kesan ini sedemikian tinggi nilainya karena dengan begitu para tamu yang akan datang lagi secara kelanjutan. Tidak pandang bulu, apakah dia seorang turis atau tamu biasa harus dilayani dengan baik.
    Kebiasaan yang sama se­benarnya ada dalam diri orang Batak sejak zaman dulu. Ini dibuktikan dengan adanya fal­safah yang telah lama me­ngakar dan menjadi kearifan lokal dalam berinteraksi dengan siapa saja, termasuk orang asing. Orang Batak dari dulu terkenal ‘malo martutur’, ramah dengan sesama. Sering juga disebut ‘partamue,’ penerima tamu yang baik.
    ‘Partamue’ dan disebut ‘par­bahul-bahul nabolon, paramak so balunon, parsangkalan so mahiang, dohot tataring na so ra mintop’ (Pemilik bakul, tempat beras atau padi yang besar, tikar yang tak pernah digulung, tatakan/talenan yang tidak per­nah kering dan api dapur yang tak pernah padam). Maknanya meng­gambarkan orang Batak ber­budi luhur, saat dikunjungi tamu/keluarga dan senantiasa menerima serta menjamunya dengan ramah dan ikhlas.
    Sangat tidak adil memberi penilaian negatif terhadap orang Batak yang tinggal di kawasan Danau Toba tanpa bukti yang akurat. Jangan nilai buku dari sampulnya saja (don’t judge book by its cover) , demiki­an pepatah asing. Paparan di atas menunjukkan sudah adah kearifan lokal tentang hos­pitality. Kalaupun sudah tergerus karena pengaruh zaman maka ini menjadi tugas besar bagi Badan Otorita Pengelola Kawasan Pariwisata Danau Toba (BOPKPDT) bersama semua pe­mangku kepentingan. Ini bukan hanya pekerjaan pemerintah saja, semua mesti terlibat, masyarakat, lembaga agama, pendidikan, dan sosial.
    Revitalisasi nilai-nilai ke­arifan lo­­kal tersebut harus dilakukan ber­samaan dengan pembangu­nan fisik yang di­lakukan. BOPKPDT akan ga­gal sama dengan upa­ya pem­bangunan pariwisata Da­nau Toba sebelumnya, jika me­ngabaikan hal ini. Untuk itu, libatkan pemuka agama, adat, media massa dan lembaga pen­didikan agar hospitality kembali menjadi kebiasaan orang Batak.
    Bukan hanya dalam kon­teks pariwisata saja, tetapi dalam se­ga­la aspek kehidupan. Keterbu­ka­an orang Batak terhadap orang asing harus dimanfaatkan tanpa menghilangkan identitas budaya. Ada harapan dan op­timisme, pariwisata Danau Toba bakal jaya kembali. Selamat bekerja Badan Otorita Pengelola Kawasan Pariwisata Danau Toba.
    *) Dra Binur Pretty Napitupulu MM dan Bantors Sihombing S.Sos Msi adalah Dosen Akademi Pariwisata dan Perhotelan Darma Agung Medan

  • Welcome New Students, Hotel & Tourism Academy of Darma Agung!

    Welcome New Students, Hotel & Tourism Academy of Darma Agung!

    [av_gallery ids=’247,248,249,250,251,252,253,254,255,256,257′ style=’thumbnails’ preview_size=’portfolio’ crop_big_preview_thumbnail=’avia-gallery-big-crop-thumb’ thumb_size=’portfolio’ columns=’5′ imagelink=’lightbox’ lazyload=’avia_lazyload’]

  • Reuni Akbar Alumni – Karena Rindu Kami Kumpul!

    Reuni Akbar Alumni – Karena Rindu Kami Kumpul!

    [av_gallery ids=’240,231,232,233,234,235,236,237,238,239,241,242,243′ style=’thumbnails’ preview_size=’portfolio’ crop_big_preview_thumbnail=’avia-gallery-big-crop-thumb’ thumb_size=’portfolio’ columns=’5′ imagelink=’lightbox’ lazyload=’avia_lazyload’]

  • Penerimaan Mahasiswa Baru T.A 2016/2017

    Akademi Pariwisata & Perhotelan Darma Agung menerima mahasiswa/mahasiswi baru T.A 2016/2017.

    Terakreditasi BAN-PT

     

    Pendaftaran : Juni s/d September 2016

    Jl. Dr. TD. Pardede/Bantam No. 21

    Telp. (061) 4535631 – 4535432 – 4529514

    Fax : (061) 4149562 – 4529514

    Email : appdarmaagung@yahoo.co.id

     

    Syarat Pendaftaran:

    • Membayar uang pendaftaran
    • Mengisi formulir pendaftaran, diisi dengan huruf balok
    • Pas Photo terbaru 3×4 (3 lembar)
    • Foto Copy STTB dan Surat keterangan lulus dan NUN (1 lbr) yang sudah dilegalisir
    • SKKB/Surat Berkelakuan Baik dari sekolah asal
    • Surat keterangan berbadan sehat/bebas narkoba dari dokter/Rumah Sakit
    • Mengikuti seleksi kelayakan berkas
    • Syarat khusus: Tidak cacat fisik, tidak buta warna
    • Surat permohonan, surat pindahan dan transkip nilai dari perguruan tinggi asal bagi mahasiswa pindahan.

    Jadwal Perkuliahan:

    Diploma III

    Pagi : 08.00 – 12.00 Wib

    Sore : 16.00 – 20.00 Wib

     

    Fasilitas:

    1. Kampus terletak di pusat kota, mudah dicapai, nyaman dan aman
    2. Laboratorium
    3. Perpustakaan
    4. Kegiatan KEmahasiswaan (Ekstrakulikuler)
    5. PKL di Hotel dan Biro Perjalanan terkenal
    6. Organisasi kemahasiswaan yang dinamis
    7. Gedung pertemuan/olahraga Pardede Hall dan Hermina Hall
    8. Sarana Ibadah, Kantin dan Internet
    9. Sarana asrama putri

     

    DOWNLOAD BROSUR APP-DA

  • APP-DA Mengadakan Seminar Strategi Pemasaran Pariwisata

    APP-DA Mengadakan Seminar Strategi Pemasaran Pariwisata

     KABID Bina Pemasaran Dinas Pariwisata Sumut Muclis Nasution dan Sekretaris PHRI Dewi Juita Purba SE serta Ketua Himpunan Pariwisata Indonesia Endro berfoto bersama Dekan Pariwisata dan Perhotelan Darma Agung Dra Binur Pretty Napitupulu MM
    KABID Bina Pemasaran Dinas Pariwisata Sumut Muclis Nasution dan Sekretaris PHRI Dewi Juita Purba SE serta Ketua Himpunan Pariwisata Indonesia Endro berfoto bersama Dekan Pariwisata dan Perhotelan Darma Agung Dra Binur Pretty Napitupulu MM

    Promosi pariwisata merupakan bagian dari strategi pemasaran pariwisata. Setiap orang harus bangga dengan daerahnya, serta harus terus berinovasi untuk mempromosikan pariwisata di daerah masing-masing.

    Demikian dikatakan Kabid Bina Pemasaran Dinas Pariwisata Pemprovsu Muclis Nasution dan Sekretaris Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia Dewi Juita Purba serta Ketua Himpunan Pariwisata Indonesia Endro saat hadir sebagai narasumber pada seminar Strategi Pemasaran Pariwisata di Pardede Hotel Medan, 28 Juni 2016 yang lalu.
    Acara dibuka Rektor Universitas Darma Agung (UDA) Dr. Jaminuddin Marbun SH M.Hum. Rektor mengimbau seluruh mahasiswa yang hadir agar benar-benar mampu menjadi duta pariwisata untuk mendongkrak kunjungan
    wisatawan mancanegara datang ke Sumatera Utara (Sumut). “Karena Sumut menjadi salah satu tujuan wisatawan mancanegara untuk datang ke Indonesia,” katanya.
    Sementara itu, Dekan Pariwisata dan Perhotelan Darma Agung Dra. Binur Pretty Napitupulu MM di sela-sela acara
    mengatakan bahwa seminar ini merupakan gagasan dan diselenggarakan oleh mahasiswa Fakultas Perhotelan dan pariwisata Darma Agung semester VI Jurusan Perhotelan dan Usaha Perjalanan Wisata.
    Kegiatan akademik ini merupakan implementasi dari salah satu tugas akademik yang harus dilaksanakan para mahasiswa dalam menyelesaikan mata kuliah MICE (Meeting, Incentive, Convention, Exhibition). Usai seminar acara dilanjutkan dengan kegiatan Musda (musyawarah daerah) HMPI Wilayah Sumut dan Pariwisata Perhotelan Darma Agung sebagai tuan rumah. “Seminar dan Musda ini dihadiri dosen dan mahasiswa perwakilan dari beberapa perguruan tinggi yang ada di Kota Medan,” ungkap Ketua Panitia Willy Parasi, mahasiswa semster VI FPP-DA
  • Pariwisata Perhotelan UDA Bakti Sosial di Sibolangit

    Pariwisata Perhotelan UDA Bakti Sosial di Sibolangit

    [av_section min_height=’50’ min_height_px=’500px’ padding=’default’ shadow=’no-shadow’ bottom_border=’no-border-styling’ id=” color=’main_color’ custom_bg=” src=’http://akpardarmaagung.ac.id/wp-content/uploads/2016/04/BAKTI-SOSIAL-APP-DARMA-AGUNG-DI-SIBOLANGIT-2016.jpg’ attachment=’117′ attachment_size=’full’ attach=’parallax’ position=’center center’ repeat=’no-repeat’ video=” video_ratio=’16:9′ overlay_opacity=’0.5′ overlay_color=” overlay_pattern=” overlay_custom_pattern=”][/av_section]

    [av_one_full first min_height=” vertical_alignment=” space=” custom_margin=” margin=’0px’ padding=’0px’ border=” border_color=” radius=’0px’ background_color=” src=” background_position=’top left’ background_repeat=’no-repeat’ animation=”]
    [av_textblock size=’14’ font_color=” color=”]
    Mahasiswa Pariwisata dan Perhotelan Universitas Darma Agung (UDA) melakukan kegiatan bakti sosial dan penanaman pohon. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, yakni 2-3 Maret 2016 di Suka Makmur Sibolangit ini sukses diikuti hampir seratus mahasiswa FPP.
    “Bakti sosial yang dilakukan mahasiswa mulai dari memberikan bantuan kepada panti asuhan Gelora Kasih, penyuluhan sapta pesona, gotong royong membersihkan lingkungan serta penanaman pohon di desa Suka Makmur Sibolangit, hal ini merupakan salah satu dari tridarma perguruan tinggi,” ungkap Dekan Fakultas Pariwisata Dan Perhotelan Darma Agung Dra. Binur Pretty Napitupulu saat melepas mahasiswa FPP, Senin (7/3).

    Kegiatan ini tidak terlepas dari pengawasan dosen-dosen pariwisata yang turut serta bersama mahasiswa antara lain Dameria Girsang S.Sos., M.Si, Padriadi W S.S., M.H.

    Kegiatan bakti sosial rutin dilakukan setiap tahunnya untuk menempah kepribadian mahasiswa/i Darma Agung, khususnya mahasiswa Pariwisata dan Perhotelan agar lebih perduli dengan sesama serta lingkungan, di samping itu kegiatan ini juga bertujuan mewujudkan insan pariwisata yang perduli akan lingkungan, ujar ketua panitia Muhajir.

    Sementara itu, Rektor UDA Dr. Jaminuddin Marbun, S.H., M.Hum didampingi wakil rektor I (WR-I) Mhd. Ansori Lubis, S.H., M.Hum (WR-II) Drs. Jonner Lumban Gaol, M.Si (WR-III) Drs. Parlindungan Marpaung, M.Si saat memberikan kata sambutan pada acara pelepasan bakti sosial mengimbau, agar mahasiswa/i yang melaksanakan bakti sosial tetap menjaga nama baik almamater serta mengaplikasikan ilmu yang di dapat di bangku kuliah untuk di praktekkan di lapangan.

    Bakti sosial ini disambut baik oleh kepala desa Suka Makmur Robianus Barus serta kepala seklah SMAN I Sibolangit Drs. Bindu, M.Pd, mereka berharap kegiatan ini dapat dilaksanakan secara berkesinambungan.
    [/av_textblock]
    [/av_one_full]

    [av_one_full first min_height=” vertical_alignment=” space=” custom_margin=” margin=’0px’ padding=’0px’ border=” border_color=” radius=’0px’ background_color=” src=” background_position=’top left’ background_repeat=’no-repeat’ animation=”]

    [av_masonry_gallery ids=’108,94,103,95,100,101,102,107,105,104,110,111,109,117,106′ items=’71’ columns=’3′ paginate=’pagination’ size=’flex’ gap=’1px’ overlay_fx=’active’ container_links=’active’ id=” caption_elements=’title’ caption_styling=” caption_display=’on-hover’]

    [/av_one_full]

  • FPP UDA Gelar Kompetisi Bartender & Fashion Show

    FPP UDA Gelar Kompetisi Bartender & Fashion Show

    [av_one_full first min_height=” vertical_alignment=” space=” custom_margin=” margin=’0px’ padding=’0px’ border=” border_color=” radius=’0px’ background_color=” src=” background_position=’top left’ background_repeat=’no-repeat’ animation=”]

    [av_textblock size=’14’ font_color=” color=”]
    Fakultas Pariwisata & Perhotelan (FPP) Universitas Darma Agung (UDA) dan Himpunan Bartender Sumatera Utara (Hibarsu) menggelar FPP Fair 2015 yaitu Kompetisi, Bazaar & Entertain pada 18-19 Mei 2015 di FPP UDA.
    Kompetisi tersebut akan menyasar pada segala kemampuan bartender khususnya bagi pelajar SMK dan Akademi atau Universitas yang memiliki Jurusan Pariwisata dan Perhotelan di kampusnya.

    Alumni FPP UDA dan ketua Hibarsu, Benny Panggabean, mengatakan, perlombaan Bartender tersebut diadakan untuk mencari bibit-bibit unggul baru supaya mampu bersaing di pasar global, apalagi Medan khususnya dan Sumut umumnya, yang memiliki banyak hotel dan pariwisata berkelas.

    Tentunya hal tersebut berkaitan erat dengan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015 mendatang, di mana yang akan ikut kompetisi adalah orang-orang yang mau memajukan pariwisata Sumut.

    “Pada perlombaan ini, FPP UDA dan Hibarsu akan menyeleksi anak-anak, baik pelajar maupun mahasiswa Pariwisata dan Perhotelan dalam kompetisi bartender, di mana bartender tersebut ada di hotel dan hotel-hotel itu dimasuki turis asing. Jadi, kita akan mempersiapkan mereka guna bersaing di pasar bebas nanti,” katanya kepada MedanBisnis di Kampus UDA, Rabu (13/5).

    Selain itu, acara yang dirancang para mahasiswa semester 6 FPP UDA tersebut ditambahkan Benny lagi dibuat sebagai ajang aktualisasi dan kreatifitas, sekaligus penambah pengalaman mereka yang berkaitan dengan mata kuliah Event Organizer (EO) di kampus.

    “Hal berikutnya yang mendasari kegiatan ini karena bartender untuk anak-anak SMK Perhotelan dan Akademi Pariwisata merupakan mata kuliah,” jelasnya.

    Sementara untuk perlombaan fashion show sendiri tambahnya, diperuntukkan bagi peminat umum yang mampu berdandan secantik dan sepantas mungkin guna mempersiapkan diri menjadi duta pariwisata Sumut. “Jadi untuk kompetisi nanti, tentu akan ada juri-juri yang siap menilai,” imbuhnya. Selain itu, pada acara tersebut juga akan mengadakan bazaar di mana terdapat berbagai stand dan berbagai pertunjukan entertain seperti bartender, band, dan juga tari tor-tor.

    Sumber : MedanBisnis – Medan.

    PESERTA MODEL DI FPP FAIR 2015 PESERTA MODEL DI FPP FAIR MEDAN 2015 PESERTA MODEL FPP FAIR 2015
    [/av_textblock]

    [/av_one_full]

  • APP-UDA Berkomitmen Dorong Pertumbuhan Pariwisata Sumut

    APP-UDA Berkomitmen Dorong Pertumbuhan Pariwisata Sumut

    [av_one_full first min_height=” vertical_alignment=” space=” custom_margin=” margin=’0px’ padding=’0px’ border=” border_color=” radius=’0px’ background_color=” src=” background_position=’top left’ background_repeat=’no-repeat’ animation=”]

    [av_textblock size=’14’ font_color=” color=”]
    FPP FAIR

    Universitas Darma Agung (UDA) terus berinovasi mendorong pertumbuhan dunia pariwisata di Sumatera Utara. Kegiatan penjaringan talent dari kalangan generasi muda kerap dilakukan di lingkungan kampus.

    Diantaranya, ajang kreativitas FPP  Fair 2015, ‘Spirit of Tourism North Sumatera’ dalam rangka In Memoriam Ibu Hermina Napitupulu ke-33 tahun 2015 di Kampus UDA, Senin (18/5). Pada kegiatan ini, diadakan lomba fashion show dan bartender yang melibatkan mahasiswa dan siswa/siswi tingkat SMA se Kota Medan.

    Rektor UDA Prof. Dr Binsar Panjaitan, M.Pd  dalam sambutannya  menghimbau agar seluruh peserta yang menjadi pemenang nantinya murni karena kreatifitas, dengan keahlian dan kemampuan masing-masing. “Tentu juri juga akan memberikan penilaian yang objektif,” ujar Binsar.

    Rektor menyampaikan ucapan terimakasih kepada Hibarsu (Himpunan Bar Tender Sumatera Utara) yang senantiasa mendukung kegiatan yang dilaksanakan FPP UDA. Juga disampaikannya, Ketua Yayasan UDA/ISTP Ny Sariaty PR Siregar Br Pardede sangat mendukung kegiatan tersebut. Kiranya kegiatan tersebut bisa mendorong dunia pariwisata Sumut.

    “Kegiatan ini selain memperingati In Memoriam Hermina Napitupulu ke-33 tahun, ajang ini juga untuk menggali kreativitas dan sportivitas generasi muda,” kata Dekan Fakultas Pariwisata dan Perhotelan Darma Agung, Dra Binur Pretty Napitupulu MM.

    Kemudian katanya, selain untuk memperkenalkan FPP ke masyarakat dan kaitan pengembangan pariwisata Sumut. “Kita turut mendukung dan menyemangati pariwisata di Sumut,” ujarnya. Dunia fashion, lanjutnya, sangat erat kaitannya dengan dunia pariwisata. “Tampilan busana yang casual cenderung digandrungi anak muda dan wisatawan,” ujarnya.

    Saat ini, di Sumut khususnya di Medan pertumbuhan restoran dan perhotelan semakin pesat. “Termasuk resto coffee, tentu usaha seperti ini membutuhkan bartender,” jelasnya. Namun, saat ini lembaga untuk mendidik dan menghasilkan bartender belum cukup banyak. UDA sendiri sejak Maret lalu membuka kursus bartender dan sampai kini hanya mengasuh 25 orang yang terdiri dari kalangan mahasiswa dan pelajar di Medan. Harapannya, para Bartender ini akan mampu mengisi kebutuhan hotel dan resto di Sumut.

    Sebelumnya telah dilaksanakan penandatanganan MoU antara Universitas Darma Agung dengan Aliran Duaa Enterprise Malaysia untuk penempatan Job Training Mahasiswa UDA di Malaysia. Tujuan MoU untuk meningkatkan kualitas dan keterampilan mahasiswa dalam rangka menghadapi era MEA. Penandatanganan MoU dihadiri langsung Direktur Duaa Enterprisa, Badrul Hasmi Shari.

    Pada kesempatan itu juga dilakukan wawancara langsung dari UDA ke hotel Ixora Hotel Penang dan Hotel Star City, yang diikuti 10 mahasiswa FPP UDA melalui Skype. Acara ini juga dihadiri oleh seluruh fungsionaris UDA, Ketua Hibarsu, Benny Panggabean, dan alumni APP-DA.
    [/av_textblock]

    [/av_one_full]